FAFIRRUU ILALLOH !

LARILAH KEMBALI KEPADA ALLAH SWT. !
 

     
  DEPAN  
  SEJARAH  
  AJARAN  
  TEXT SHOLAWAT  
  ACARA MUJAHADAH  
  KONTAK  
 
 

BERITA

 

 
 

AHAM

 

 
 

UMUM

 

 


 

   
 

Mujahadah dalam Pengamalan Sholawat Wahidiyah

Pengertian MUJAHADAH secara umum adalah : berjuang, bersungguh – sungguh, berperang melawan musuh.
Didalam Wahidiyah yang dimaksud adalah bersungguh–sungguh memerangi dan menundukkan hawa nafsu untuk di arahkan kepada kesadaran Fafirruu – Ilalloh wa Rosulihi SAW.

Pengertian MUJAHADAH secara KHUSUS adalah : Pengamalan Sholawat Wahidiyah atau sebagian dari padanya menurut adab, cara dan tuntunan yang diberikan oleh Mu'allif Sholawat Wahidiyah, sebagai penghormatan kepada Rosululloh SAW dan sekaligus merupakan doa permoohonan kepada Alloh SWT yang diperuntukkan diri pribadi dan keluarga baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia, bagi bangsa dan negara serta pemimpin mereka di segala bidang dan umumnya bagi segalah makhluk ciptaan Alloh SWT.

Berikut Dasar Mujahadah :

Alloh SWT berfirman :

Artinya : ‘‘ Dan orang – orang yang bersungguh – sungguh untuk mencari keridloan kami, benar – benar Kami tunjukkan kepada mereka jalan – jalan Kami ”

Syekh Imam Al-Ghozali Berkata :

‘‘Mujahadah adalah kunci hidayah tidak ada kunci untuk memperoleh hidayah selain Mujahadah”

Adab – adab dalam bermujahadah

  • Dijiwai Lillah – Billah, Lirrosul – Birrosul, Lilghouts – Bilghouts
  • HUDLUR : hati showan / ingat / menghadap kepada Alloh SWT.
  • ISTIHDLOR : merasa benar – benar berada dihadapan Alloh SWT.
  • Disertai TA‘DHIM ( menghormat ) dan MAHABBAH ( mencintai ) Rosululloh SAW.
  • Disertai dengan Tadzallu (merasa rendah dan hina ) wal Iftiqor ( merasa sangat membutuhkan ) TADHOLLUM ( merasa dholim dan berlarut – larut penuh dengan dosa dihadapan Alloh SWT wa Rosulihi SAW wa Ghouts Hadzaz - Zaman Ra.
  • Berkeyakinan bahwa Mujahadahnya / doanya diijabahi ( diterima ) oleh Allaoh SWT ( jangan sampai ragu – ragu ).
  • Merasa benar – benar ma’mum / mengikuti Hadrotul Mukaram Mbah Yahi / Romo Yahi, maka gaya, lagu, sikap, dan cara melaksanakan Mujahadah harus sesuai dengan tuntunan Beliau .
  • Adab lahir supaya di sesuaikan dengan adab batin dan di anjurkan dalam keadaan dalam hadats (tidak batal).

Macam – macam Acara Mujahadah :

  • Mujahadah Yaumiyah
    adalah Mujahadah yang dilaksanakan setiap hari oleh setiap pengamal Wahidiyah.
  • Mujahadah Usbu iyyah
    adalah Mujahadah berjamaah yang dilaksanakan seminggu sekali oleh pengamal Wahidiayah satu kelompok / satu kampung / satu desa yang diatur oleh Penyiar Sholawat Desa.
  • Mujahadah Syahriyah
    adalah mujahadah yang dilaksanakan oleh pengamal Wahidiyah sewilayah kecematan dalam sebulan / delapan hari sekali, yang diatur oleh pengamal Wahidiyah Desa.
  • Mujahadah Ru`busanah
    adalah Mujahadah yang dilaksanakan oleh pengamal Wahidiyah sekab./ Kodya dalam tiga bulan sekali yang diatur oleh pengamal Wahidiyah Kab. / Kodya.
  • Mujahadah Nishfusanah
    adalah yang dilaksanakan seluruh pengamal Wahidiyah sewilayah propinsi dalam setengah tahun sekali yang diatur oleh penyiar Sholawat Wahidiyah Propinsi
  • Mujahadah Kubro
    adalah Mujahadah yang dilaksanakan seluruh pengamal Wahidiyah dua sekali setahun yaitu : Bulan Suro, / Muharam dan Bulan Rojab, yang diatur oleh Pondok Pesantren Kedunglo.
  • Mujahadah 40 hari.
    adalah Mujahadah yang dilaksanakan selama 40 hari dengan cara – cara sebagaimana yang tertulis didalam Lembaran Text Sholawat Wahidiyah
  • Dan lain-lain

Setelah melaksanakan Mujahadah, kita ber-Nida' Fafirru- ilalloh menghadap 4 penjuru dengan maksud mengajak secara bathiniyah agar umat dan masyarakat sedunia termasuk diri kita sendiri sekeluarga cepat- cepat lari kembali mengabdi diri dan sadar kepada Alloh SWT.

Cara melaksanakannya :

  • Sikap batin mengetrap jiwa sekuat – kuatnya memohon kepada Alloh SWT agar Nida' / ajakan ini disampaikan kepada hati sanubari ummat masyarakat seluruh dunia termasuk diri kita sendiri keluarga, dengan kesan yang mendalam .
  • Sikap lahir disesuaikan dengan batin, kedua tangan lurus disamping kedua paha, pandangan mata lurus kedepan, ( tidak menunduk dan tidak menoleh ) pemindahan arah harap sesudah sempurna membaca Waqulja…..dan mendahulukan kaki kanan.
  • Yang di baca setiap arah adalah Al Fatihah 1x Fafirru ilalloh 3X, Waqulja….. dsb 1x. Yang pertama menghadap barat,lalu kearah utara, timur , dan selatan.

Maksud dan tujuan tasyafu’an dengan berdiri

Maksudnya adalah untuk mencetuskan rasa Ta’dhim (menghormat) memulyakan dan mencinta sedalam-dalamnya kepada Rosululloh SAW wa Ghoutsi Hadzaz Zaman wa saairi ahbaabillaahi RA, dengan hati yang tulus semumi-murninya.

Dasar dalam ber-tasyafu'an:
SABDA NABI SAW :

‘Berdirilah kamu sekalian untuk menghormat pimpinan atau orang-orang pilihanmu “.

Menangis pada acara mujahadah

Tangis datang dari diri orang menangis itu sendiri yang disebabkan oleh adanya suatu sentuhan jiwa atau rangsangan batin.

Contoh sebab – sebab adanya tangis :

  • Tangisnya bayi disebabkan adanya sesuatu yang di butuhkan atau yang dirasakan pada dirinya seperti lapar, sakit, badan terasa kotor, dll.
  • Sebab adanya susah karena mengalami musibah atau penderitaan yang berat seperti sakit, kematian sanak famili, kehilangan kekasih, harta benda dll.
  • Sebab terlalu senang / gembira.
  • Sebab terlalu takut pada sesuatu.
  • Sebab adanya sesuatu yang berhubungan atau berkaitan kepada Alloh SWT. Wa Rosulihi SAW dalam jiwa yang menangis.
  • Tangis didalam pengamalan Sholawat Wahidiyah adalah tangis yang berhubungan atau berkaitan dengan Alloh SWT. Wa Rosulihi SAW dan motif tangis dalam Wahidiyah dapat terjadi dari bermacam – macam faktor ( pengaruh )

Misalnya :

  • karena perasaan takut ( Khosyyah ) kepada Alloh SWT
  • Karena adanya sentuhan jiwa yang halus sehingga merasa penuh berlumuran dosa, penuh berbuat kedholiman, merugikan masyarakat dsb.
  • merasa berasa berdosa kepada Alloh SWT, berdosa kepada Rosululloh Saw, dosa terhadap orang tua anak keluarga, terhadap guru, bangsa,negara pada umumnya.
  • Karena sentuhan batin berupa ‘‘ Syauq ” dan ‘‘ Mahabbah ”( rindu dan cinta ) yang mendalam kepada Alloh wa Rosulihi SAW.
  • Karena perasaan kagum atas keagungan Alloh SWT atas sifat jalal dan Jamal – NYA dan atas kasih sayang dan jasa serta pengorbanan Junjungan kita Kanjeng Nabi Muhammad SAW kepada ummatNya dsb. Semua itu semata – mata karena atas Fadlol dari Alloh SWT, Syafaat Rosululloh SAW dan Nadhroh Barokah dari Ghouts Hadzaz Zaman Ra. Yang harus di syukuri.

Para Nabi, para Rosul mulai dari kanjeng Nabi Adam AS sampai Kanjeng Nabi Muhammad SAW serta orang–orang sholeh semua pernah menangis yang ada hubungannya kepada Alloh SWT, bahkan tangisan itu menjadi sunnahNya, terutama ketika mendengar ayat–ayat Alloh SWT, sesudah melakukan hal–hal yang tidak diridloi oleh Allah SWT, seperti Kanjeng Nabi Adam AS yang hanya melakukan satu kesalahan saja, Beliau menangis dalam waktu ratusan tahun, dan lain sebagianya

Firman Alloh SWT yahg menunjukkan hal menangis

“Mereka itu adalah orang-orang yang diberi ni'mat oleh Alloh SWT, yaitu para Nabi dari keturunan Adam dan dari orang-orang yang Kami bawa bersama NA, dan dari keturunan-Ibrahim & Ismail dan dari orang-orang yang telah Kami beripetunjuk dan telah Kami pilik Apabila telah dibacakan kepada mereka ayat-ayat Alloh Yang Maha Pemurah, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis”(19 - MAR YAM 58).

Nabi SAW pun memerintahkan kita supaya menangis

Nabi SAW bersabda :

Artinya :‘‘Wahai para manusia ! menangislah kamu sekalian karena Alloh SWT , maka jika kamu belum bisa menangis , berusahalah untuk menangis ‘’ riwayatkan oleh Abu Dawud.

“ Kuasailah ( jagalah ) lisan mu dan jembarkanlah rumahmu dan tangislah dosa dosamu Diriwayatkan Tirmizi dari Uqbah bin Amir”

Bahwa orang yang menangis itu mempunyai keuntungan yang sangat istimewa sebagaimana Nabi SAW bersabda :

Artinya :‘‘ Dua jenis mata yang tidak akan tersentuh api neraka ialah : satu mata yang menangis kerena takut pada Alloh SWT dua , mata yang semalaman tidak tidak tidur untuk berjaga dalam sabilillah.”

Dan kerugian orang yang tidak mau menangis dia akan dimasukan kedalam neraka , dan sebagaimana tercantum dalam Firman Alloh :

Artinya :‘‘ maka apakah kamu heran atas pemberitaan ini ? kamu mentertawakan tidak menangis ? sedangkan kamu melengahkan !”

Dan sabda Rosululloh :

Artinya :‘‘ barang siapa berbuat dosa dan dia tertawa, maka dia akan masuk kedalam neraka sambil menangis.‘‘

Tujuan dan maksud dari Nida’ Yaa sayidii Yaa rosulullooh

  • Ta’dim wa Tawadduban : Mengagungkan dan beradab.
  • Tasyaffuan : Mohon syafaat
  • Mahabbatan : Cetusan rasa cinta
  • Syauqon : Rindu yang mendalam
  • Thadhollul wal inkisar : Merasa hina dan menyesali segala dosa

Terkabulnya Syafa’at di dunia dan akhirat

Dalam Kitah Jami’ul Ushul hal : 172. Diterangkan sbb :

'Sesungguhnya rohaniyah Beliau SAW itu seperti Jasmaniyahnya (semasa hidup maupun setelah wafat) dalam hal membimbing dan sebagai sumbernya pertolongan dan sebagai tempat keluarnya hidayah dan petunjuk Alloh SWT kapan saja dan dimanapun’

pengalaman dalam Wahidiyah menaungi orang yang sakratul maut dengan Yaa Sayyidii Yaa Rosululloh, Al-Hamdulillah dikaruniai kemajuan dan kemudahan si sakaratul maut dalam persiapan menghadap kembali kepada Alloh SWT, Al- Hamdulillah Haadzaa Min Fadli Robbii. Dan Nidak Yaa Sayyidii Yaa Rosululloh juga sebagai usaha untuk memperhubungkan rohaniyah kita dengan Kanjeng Nabi SAW.

Disebutkan dalam Tafsir Showi :

Artinya :‘‘ seberapa dekatnya (seseorang) terhadap Rosululloh SAW maka sebegitulah ukuran dekatnya (seseorang) kepada Alloh SWT. ‘‘


 

(dikutip dari berbagai macam sumber)
 

COPYRIGHT © 2009
PENGAMALWAHIDIYAH.ORG